Tampilkan postingan dengan label Kegiatan PSBG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kegiatan PSBG. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Mei 2009

Belajar dengan ICT sungguh mengasyikkan


Selama ini peralatan Information, Communication, and Tehnology (ICT) yang dalam istilah Indonesia disebut TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) diantaranya; Komputer (desktop), laptop (notebook), kamera digital, handycam (camcoder), dan printer sebatas digunakan untuk keperluan administrasi sekolah & guru serta untuk dokumentasi saja. ICT (TIK) belum masuk atau dimasukkan dalam mendukung ranah pembelajaran dalam arti mendukung proses pembelajaran aktif di dalam kelas.
DBE 2 melalui pelatihan DALI (Developing Active Learning using ICTs) datang untuk menintegrasikan peralatan ICT (TIK) tersebut dalam mendukung proses pembelajaran siswa aktif di kelas-kelas SD/MI rintisan DBE 2. Warga gugus Ki Hajar Dewantara Kaliwungu Kudus berpartisipasi mengikuti roll out DALI yang difasilitasi oleh DBE 2 Jawa Tengah. Pelatihan tersebut dilaksanakan dalam 3 (tiga) tahap dan setiap tahap berlangsung selama 3 (tiga) hari. Roll out DALI ke-1 pada 16 s/d 18 Desember 2008, DALI ke-2 pada 15 s/d 17 April 2009 sedangkan DALI ke-3 pada 30 April s/d 2 Mei 2009 bertempat di PSBG Ki Hajar Dewantara Kaliwungu Kudus.
Setiap SD/MI rintisan DBE 2 mengirimkan peserta yang terdiri dari 2 (dua) orang guru. Peserta dibekali berbagai ketrampilan-ketrampilan praktis penggunaan peralatan ICT (TIK) oleh para fasilitator yang terdiri dari; ICT Team DBE 2, DLC, LRC, MTT, dan ICT Person. Materi-materi yang dikupas tuntas dalam DALI antara lain; Kemampuan penggunaan computer dalam Tantangan Komputer, pembuatan iklan digital dalam advertising activity, pembelajaran aktif dengan ICT (TIK); Komunitasku dan Museum Digital, serta Pembelajaran Aktif dengan Satu Komputer; Jeopardy dan Consentration. Juga tidak kalah pentingnya fasilitator mengujicobakan contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang sudah berintegrasi dengan ICT (TIK). Para guru sangat menikmati pelatihan tersebut dan sangat enjoy dalam melaksanakan setiap tugas per-sesinya karena merupakan pengalaman yang sangat berharga jarang-jarang dapat mengikuti pelatihan dengan materi-materi yang up to date dengan perkembangan zaman. Ditambah lagi dengan para fasilitator yang sangat enerjik dan tidak kenal lelah dalam membantu peserta memahami materi DALI. Terjadi kompetisi yang sangat ketat dalam setiap sesi materinya, karena di hari terakhir akan diumumkan the best of completion dari setiap materi DALI tersebut.
Setelah usai pelatihan diharapkan peserta dapat mengaplikasikan materi pelatihan tersebut di kelas dan sekolah masing-masing. Sebagai tagihan pelatihan peserta diharapkan menyusun RPP berbasis ICT (TIK) sebagai syarat untuk memperoleh sertifikat atau piagam bukti keikutsertaan dalam pelatihan DALI tersebut.
Harapan selanjutnya, semoga RPP DALI menjadi salah satu alternatif pilhan guru dalam mengembangkan proses pembelajaran aktif di kelas mereka masing-masing. Serta tujuan jangka panjangnya dapat meningkatkan mutu atau kualitas pembelajaran di gugus Ki Hajar Dewantara Kaliwungu Kudus.

Mengukur Kualitas Sekolah dengan LMS. Mungkinkah..?


Laporan Mutu Sekolah (School Card Reports) yang dipelopori DBE 2 dirancang untuk memberikan informasi kepada komunitas sekolah menyangkut data sekolah dan kemajuannya. Pelaporan sekolah ini sebenarnya sudah ada di Indonesia. Sebagian besar digunakan untuk keperluan pengelolaan birokrasi (misalkan Lembar Individu, Badan Akreditasi Nasional). LMS DBE 2 akan mendukung laporan-laporan yang sudah ada tersebut dengan demikian sekolah tidak perlu lagi melakukan pengumpulan data maupun pelaporan.


LMS DBE 2 ini berkolaborasi dengan DBE 1 mengembangkan sistem data sekolah (SDS) yang sifatnya melengkapi, sistem ini akan dapat memenuhi kebutuhan sekolah dalam usahanya untuk mengumpulkan data serta mengelola pelaporan. LMS DBE 2 akan dimasukkan dalam Rencana Kerja Sekolah (School Program Plans) yang merupakan program DBE 1. LMS 2 DBE ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sekolah di Indonesia yang spesifik dalam rangka pelaporan mutu mereka kepada masyarakat.


Tim Sekolah dari SD/MI rintisan DBE 2 Kaliwungu Kudus sebanyak 3 (tiga) 0rang Kepala Sekolah, Komite, dan Guru) mengikuti pelatihan LMS di PSBG Ki Hajar Dewantara pada 3 & 4 November 2008 dengan antusias. Hasil LMS dikirimkan kepada DBE 2 dan Dinas Pendidikan Kab. Kudus.


Berikut adalah data-dat ayang dimasukkan dalam Laporan Mutu Sekolah:
I. Profil Sekolah :
a. Identitas sekolah sesuai statistik
b. Capaian yang telah dicapai sekolah / max 202 huruf
c. 3 (tiga) Program tahun mendatang per program 120 huruf
d. Penghargaan yang diterima dalam setahun.


II. Profil peserta didik:
a. Jumlah peserta didik kelas I dan jumlah peserta didik yang diterima kelas 1 sejak tahun 2005/2006 sd 2007.
b. Jumlah murid Kelas 1 – 6 meliputi L dan P serta JML sejak tahun 2005 – 2006 sampai sekarang.
c. Jumlah anak yang tinggal kelas per kelas L P JML dan mengulang sejak 2005 – 2006
d. Jumlah anak yang drop out L P JML per kelas sejak tahun 2005 – 2006
e. Jumlah peserta didik yang pindah sejak tahun 2005 – 2006
f. Data pekerjaan orang tua siswa
g. Data pendidikan orang tua siswa
h. Rata rata UAS dan UASBN 8 Mapel sejak 2006 – 2007
i. Data anak melanjutkan setelah lulus dan tidak melanjutkan (SMP, MTs, Negeri atau swasta).


III. Profil Guru :
Latar belakang pendidikan dan L serta P guru sejak tahun 2006-2007 dan yang sudah sertifikasi
Rata-rata masa kerja guru
Guru yang memiliki spesialisasi latar belakang pendidikan
Rata-rata jumlah peserta didik dan rombongan belajar


IV. Keuangan / APBS / RKT 2 tahun yakni : 2006 – 2007 dan 2007 – 2008


V. Kegiatan Ekstrakurikuler :
a. Nama Kegiatan dan Muatan Lokal , Jumlah instruktur dan jumlah guru dan jumlah peserta.
b. Jumlah orang tua yang membantu kegiatan Ekstra kurikuler dan besar sumbangan orang tua yang bersifat spontan dan terus menerus.selama 2 tahun
c. Kondisi kelas yang menyenangkan baik lingkungan kelas, sudut baca dan inklusi serta pemecahannya. Selama 2 tahun
d. Jumlah anggota Komite sekolah, dana yang diberikan, yang terlibat penyusunan RKT, PBM dan yang hadir lebih dari setengah rapat komite sekolah selama 2 tahun
e. Keadaan Sarana prasarana selama 2 tahun
f. Toilet L dan P


VI. Program Sekolah